Menuju Amerika dengan “Indonesian FUNtastic Squad”

JAKARTA – Jangan membayangkan para peserta duduk manis melipat tangan di meja dengan satu tangan lain siap memencet tombol bel. Itu gaya cerdas-cermat zaman baheula yang sudah ketinggalan kereta. Yang ini cerdas-cermat gaya baru, gaya fun yang diharapkan menjadikan belajar berbahasa Inggris menjadi proses yang menghibur dan menyenangkan, namun tetap bermutu.
Untuk itu tingkat pertama dibagi menjadi tiga sesi. Pertama, I’ve got to be smart! yang mengandalkan kemampuan mendengar (listening), sesi kedua I’ve got to be confident! dengan andalan kemampuan berbicara (speaking) untuk menjelaskan suatu topik, tentu saja dalam bahasa Inggris. Dan, terakhir sesi ketiga I’ve got to be FUNtastic! untuk menyusun kata acak menjadi sebuah kalimat yang mengandalkan kemampuan membaca dan menulis (reading & writing).
Tingkat kedua, tingkat nasional akan menggunakan format debat yang tidak sekadar mengandalkan kemampuan berbahasa Inggris, tapi juga analisis dan penyelesaian masalah termasuk pengetahuan akan masyarakat, budaya dan sejarah baik Indonesia maupun Amerika.
Nama program ini “Indonesian FUNtastic Squad” (IFS) yang resmi diluncurkan Duta Besar Amerika Serikat (Dubes AS), Cameron Hume, di sebuah kafe di kawasan Thamrin, Jakarta, Kamis (3/1) petang. Pasalnya, Pemerintah AS-lah yang mengucurkan hibah untuk berlangsungnya program IFS, termasuk hadiah utama perjalanan studi (study tour) ke Negeri Paman Sam itu bagi empat orang pemenangnya.
Bahkan, rencana pihak AS akan memfilmkan perjalanan para pemenang IFS dan ditayangkan sebagai bagian dari program ini.
“Bahasa Inggris adalah bahasa suatu kesempatan, bahasa yang membuka pintu,” kata Hume bermetafora. Ia mengatakan ada orang yang menyarankan untuk belajar bahasa Inggris dengan tekun, ada yang menyarankan menggunakan televisi sebagai media belajar. Hume mengakui hal itu benar dan mengakui proses belajar itu tidak mudah. “Tapi, di sini kami menekankan bahasa Inggris yang lebih menyenangkan,” ujar Hume.

Ratusan Peminat
Proses ini dimulai dengan menyebarkan formulir di wilayah Jakarta dan sekitarnya tahun lalu. Dari 270-an siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang memasukkan formulir, ternyata hanya 220-an yang mulai mengikuti seleksi tertulis. Ini kerja sama apik dengan Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesi (LBPP) LIA yang sedari dulu terkenal sebagai Lembaga Indonesia-Amerika
Dari jumlah itu 50 siswa lolos menuju tes berikutnya. Penyaringan menghasilkan 25 siswa lalu menjadi 16 siswa terbaik yang kini siap tayang di layar kaca setiap Minggu mulai 6 Januari 2008 malam di TVRI.
Tingkat pertama masing-masing enam episode mulai dari wilayah Jakarta. Lantas berlanjut ke wilayah Denpasar, Makassar dan terakhir Banda Aceh. Empat kota ini dianggap mewakili wilayah timur, tengah dan barat serta ibu kota tanah air tercinta, selain pertimbangan kesiapan TVRI setempat sebagai tempat audisi.
“Mudah-mudahan ini cukup mewakili,” ujar Chaerini, presenter IFS sekaligus manajer pengelola pengembangan program televisi TV Consult. Sebagai penyiar, ia mengakui sebenarnya kualitas TVRI belum maksimal. Namun, Chaerini menilai TVRI lebih masuk hingga pelosok-pelosok Tanah Air yang minim informasi.
“TVRI itu mblusuk-mblusuk (menembus pedalaman). Di pelosok itu yang belum terpenuhi kesiapan menghadapi globalisasi, supaya setidaknya mereka familier dengan bahasa Inggris. Paling tidak, terbiasa mendengar bahasa Inggris,” kata Chaerini penuh harap.
Pada tingkat nasional akan mempertandingkan pemenang empat kota tadi dalam tiga episode tayangan. Inilah jalan menuju AS yang tulisannya digenggam erat pemenang tiap episode, bak menggenggam mimpi ke Amerika.

Sumber : SINAR HARAPAN oleh Mega Christina

Advertisements

Pemenang Indonesia Funtastic Squad, 18 Hari di AS

JAKARTA, SENIN – Televisi Republik Indonesia (TVRI), tanggal 7 September 2008, pukul 20.00 hingga 21.00 WIB, menayangkan hasil perjalanan empat pelajar SMU Indonesia selama 18 hari di Amerika Serikat. Keempat pelajar tersebut mewakili Indonesia setelah menyisihkan sekitar 1000 peserta audisi Indonesian Funtastic Squad, yang digelar di empat wilayah, yakni Jakarta, Denpasar, Makassar, dan Banda Aceh.

Information Assistant Publik Affairs Section United States Embassy, Kresna S Soegio, dalam siaran persnya, Senin (1/9) mengatakan, program bahasa Inggris di televisi itu tidak saja mendidik, tetapi juga dapat menghibur pemirsa. “Kedutaan Besar Amerika Serikat ingin menggugah kesadaran masyarakat bahwa bahasa Inggris adalah bahasa yang bermanfaat, bahasa yang perlu dipelajari, dan perlu dikuasai, ” katanya. Empat pelajar SMU pemenang Indonesian Funtastic Squad yang mewakili Indonesia itu adalah Nadira Titalia dari Jakarta, I Made Adhi Pratama dari Denpasar, Fadhilah Trya Wulandari dari Makassar, dan Dewi Fitri Yani dari Banda Aceh.

Menurut Kresna, di era globalisasi sekarang ini, kecakapan berbahasa Inggris dalam berinteraksi secara langsung dengan seluruh masyarakat dunia penting. Dengan cakap berbahasa Inggris, kerjasama kedua negara, Indonesia dan Amerika Serikat khususnya, bisa lebih ditingkatkan, bisa memanfaatkan peluang, bisa mengatasi tantangan, dan sekaligus juga berkompetisi.

Selama 18 hari perjalanan yang berakhir 15 Juli 2008 itu, empat pelajar SMU terbaik tersebut melakukan perjalanan ke San Fransisco mengunjungi Museum Science, Arf, and Human Perception. Kemudian Pier 39, sebuah dermaga di mana dapat disaksikan singa laut liar berenang dan berjemur. Lalu pabrik roti Boudin Bakery, Cable Car, Muir Woods National Monument.

“Selesai di San Francisco, perjalanan dilanjutkan ke Denver, Colorado. Pemenang juga berkesempatan mengunjungi Obama Denver Campaign Headquaeters dan berjumpa dengan sukarelawan yang bekerja untuk kegiatan kampanye Obama di sana. Setelah itu ke Georgetown, Texas, Brenham, Washington DC dan juga berkesempatan berkunjung ke Kedutaan Besar Indonesia, ” jelas Kresna. Begitu banyak pelajaran yang didapat dari perjalanan itu, yang mudah-mudahan dapat memberi inspirasi dan bisa diterapkan di Indonesia, sehingga Indonesia bisa lebih maju dan berkembang seperti yang dicita-citakan.

sumber : kompas.com oleh Yurnaldi